Informasi dan Data yang Tidak Boleh Tersebar di Sosial Media

Mutiia.com

Saat ini, hampir semua orang memiliki media sosial, yang dipenuhi berbagai macam unggahan, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga aktivitas yang bersifat pribadi. Privasi menjadi suatu hal yang penting dan berharga untuk kita jaga. 

Terkadang kita sering tidak sadar membagikan data pribadi atau foto penting di media sosial yang membuat data tersebut tersebar dan bisa saja dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Keteledoran ini dapat merugikan membahayakan diri kita sendiri. Penyebaran informasi pribadi melalui media sosial juga sering kali berujung pada kasus kejahatan digital, seperti pencurian identitas/ phishing, cyber harassment dan stalking. Berikut informasi dan data yang tidak boleh tersebar di sosial media.

Dikutip dari akun Instagram @IndonesiaBaik, Ada 7 hal yang tidak boleh disebar sembarangan di sosial media.

1. Tiket Perjalanan/Boarding Pass 
Semua data diri dan detai pemesanan ada dalam satu barcode. Kode-kode bar yang tercetak di boarding pass ternyata menyimpan banyak informasi, seperti nama depan dan belakang, nomor penerbangan, dan tanggal pencetakan boarding pass.

2. KTP/SIM 
Kartu Tanda Penduduk (KTP) telah lama menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. KTP digunakan dalam berbagai urusan, begitu pula dengan SIM yang juga memuat beberapa informasi penting. Jadi tidak heran jika KTP dan SIM banyak disalahgunakan saat ini. 

3. Selfie dengan KTP 
Hal ini sangat rentan disalahgunakan, pastikan foto selfie dengan KTP hanya digunakan untuk keperluan yang memiliki kredibilitas.

4. Dokumen Penting (KK, akta, ijazah, dan dokumen lainnya) 
Perlu waspada ketika melakukan verifikasi data yang memerlukan identitas. 

5. Dokumen keuangan  
Data dan informasi sensitif seperti seperti slip gaji, nomor rekening dan nama bank, nomor dan CVV kartu kredit, username/ password, hingga kode OTP harus dilindungi, agar tidak terkena phishing atau pencurian data. 

6. Dokumen Rahasia Perusahaan 
Kita tidak punya hak untuk mempublikasikannya secara bebas jika data atau informasi tersebut bukan milik sendiri.
 
7. Hasil Karya Orang 
Salah satu bentuk pelanggaran hak cipta yaitu mengunggah karya orang lain tanpa izin atau tidak mencantumkan kredit pemilik aslinya.

Dikutip dari Tempo dari us.norton.com, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan informasi pribadi Anda agar tidak tersebar di media sosial:

1. Isi informasi profil seperlunya
Media sosial biasanya memberikan pilihan untuk mengisi banyak informasi pribadi, mulai dari tanggal lahir hingga tempat bersekolah. Namun, Anda tidak harus mengisi dengan lengkap jika tidak diperlukan dan tidak begitu penting. Masukkan informasi yang lebih umum dan jangan terlalu spesifik.

Seperti: 
Memberikan informasi di provinsi atau negara mana Anda tinggal, jauh lebih aman dari pada memberikan alamat lengkap. 

Mencantumkan tanggal lahir. Meskipun tampaknya sepele,mempublikasikan informasi tanggal lahir jauh lebih berisiko. Sering kali tanggal lahir digunakan sebagai pertanyaan keamanan untuk memulihkan kata sandi, untuk password keamanan seperti kata sandi sosial media, rekening bank dll. Hal ini tentu saja sangat tidak disarankan. 

Begitu pula dengan nomor telepon jangan sampai diumbar di media sosial. Baik nomor telepon milik sendiri atau orang lain, karena hal membuka jalan bagi orang yang ingin meneror dan melakukan penipuan.

2. Jadikan data pribadi hanya dapat dilihat oleh Anda dan orang terdekat
Semua platform media sosial memberi pilihan untuk membatasi tampilan posting ke orang-orang tertentu. Luangkan waktu untuk menjelajahi pengaturan ini dan atur sesuai kemauan Anda. 

3. Kenali orang-orang yang berteman dengan Anda
Pastikan Anda mengenal orang-orang yang ditambahkan ke daftar pertemanan dan blokir jika menemukan seseorang yang mencurigakan di media sosial.

4. Jangan posting tag lokasi
Unggahan yang diberi tag lokasi dapat memudahkan orang lain menemukan keberadaan Anda, jadi jangan sesekali menganngap remeh hal ini.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jadilah pengguna internet yang bijak dalam bersosial media dan jadikan informasi atau data pribadi sebagai rahasia pribadi yang tidak perlu dibagikan kepada publik.



 

0 Komentar