Jangan Takut Konsumsi Karbohidrat !

Mutiia.com

Saat ini banyak yang percaya bahwa konsumsi karbohidrat dapat menyebabkan berat badan bertambah. karbo/KH dianggap sebagai penjahat karena dapat membuat tubuh menjadi gemuk dan penyebab diabetes (kencing manis). Berita ini bersliweran di sosial media dan dipercayai oleh banyak orang. Bahkan ada yang dengan suka rela membagikan (share) ke media sosial miliknya dan ke teman-temannya sehingga berita yang salah ini menjadi viral.

Karbohidrat itu sendiri merupakan salah satu zat gizi bagi manusia disamping lemak, protein, mineral, dan vitamin. Zat-zat gizi ini mempunyai peranan penting di dalam tubuh manusia dan tanpa terkecuali harus dikonsumsi setiap hari agar tubuh sehat. Banyak orang menghindari makan karbohidrat, padahal karbohidrat tak selamanya buruk.

Pernyataan bahwa karbohidrat dapat menyebabkan penambahan berat badan itu sebenarnya berlebihan. mitos tersebut tidak pernah terbukti secara ilmiah.

Karbohidrat terdiri dari dua kategori:

KH yang dapat dicerna: gula (dan makanan/minuman yang mengandung gula), pati (nasi, roti, jagung, ubi, sagu, dan makanan yang terbuat dari tepung pati).

KH yang tidak dapat dicerna: serat (terdapat di sayur dan buah), agar-agar, jelly.

Kedua kategori karbohidrat ini, sama-sama berguna bagi manusia. KH yang dapat dicerna akan diproses menjadi energi agar manusia dapat beraktifitas, terutama bagi energi otak manusia. Sedangkan KH yang tidak dapat dicerna juga diperlukan untuk membantu pencernaan dan pembuangan sisa hasil proses pencernaan.

KH yang dapat dicerna berkaitan langsung dengan kadar glukosa darah. Jika KH kategori ini dikonsumsi tidak berlebihan maka kadar glukosa darah akan aman, tidak akan berlebihan (hiperglikemia) yang berresiko timbulnya diabetes. Jadi kuncinya adalah tidak berlebihan. 

Contohnya:

1. Gula pasir/gula merah/brown sugar sebaiknya dibatasi 4 sendok makan setiap hari.
2. Nasi cukup sepiring ceper sekali makan dan paling banyak 3x sehari.
3. Makanan ringan dari buah atau agar-agar.
4. Kue (basah/kering), manisan, atau soft drink cukup sekali seminggu untuk obat kangen.

Pada umumnya karbohidrat terdiri dari karbohidrat sederhana dan karbohidrat komplek.

Sumber karbohidrat sederhana: berbagai jenis tepung, gula, munuman manis.

Sumber karbohidrat kompleks: padi-padian (misalnya beras, jagung, gandum); umbi-umbian (misalnya ubi jalar, ubi kayu/singkong, talas, kentang); sagu; sayuran.

Konsumsi karbohidrat sederhana akan segera menghasilkan tenaga/energi, namun akan cepat habis sehingga akan cepat merasa lapar. Oleh karena itu, sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks agar rasa kenyang lebih lama.

Kenaikan berat badan tidak sepenuhnya disebabkan oleh konsumsi karbohidrat.
Jadi ada baiknya perhatikan pola konsumsi makanan kita (makan nasi sehari 3x), kualitas karbohidrat yang kita makan (jangan konsumsi makanan tinggi gula seperti kue, junkfood, soda atau minuman kemasan), banyaknya asupan karbohidrat/kalori yang masuk ke dalam tubuh (sesuai kebutuhan) dan kapan waktu yang kita gunakan untuk mengonsumsinya. 

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dapat menaikkan berat badan dan menyebabkan risiko penyakit diabetes.

Terlalu sedikit mengonsumsi karbohidrat juga tidak baik bagi tubuh karena bisa menyebabkan carb crash atau sugar craving, dimana tubuh kekurangan gula sehingga timbul rasa tidak nyaman, lapar, sakit kepala, serta gejala lainnya yang menandakan gula darah rendah.

Jadi tidak perlu takut nasi atau takut untuk makan karbohidrat. 

Nasi sudah menjadi makanan pokok sebagian besar bangsa Indonesia sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, tidak mungkin di jaman modern nasi berubah menjadi penjahat. 

Jangan sampai karena takut nasi terus merepotkan diri misalnya hanya mau makan nasi yang berasal dari beras merah/hitam, roti hanya yang berasal dari gandum, oatmeal, dsb. Repot mencarinya, di kampung juga belum tentu ada. Beras merah juga mengandung KH yang sama dengan beras putih, gandum atau oatmeal juga mengandung KH yang sama dengan terigu.

Jangan takut terhadap karbo atau karbohidrat karena zat tsb. diciptakan oleh Tuhan untuk kesehatan umat manusia, bukan sebaliknya. Batasi asupan protein dan yang penting JANGAN BERLEBIHAN.


Sumber: FB Joko Sutopo


0 Komentar