Beli Sekarang Bayar Nanti, Ini Perbedaan Kartu Kredit dan Paylater

 

Mutiia.com

Produk keuangan digital saat ini semakin hits. Belanja online sudah menjadi gaya hidup masyarakat, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Penggunaan uang tunai untuk bertransaksi juga semakin berkurang. 

Bagi pelaku belanja online layanan paylater menjadi solusi berbelanja tanpa harus menggunakan kartu kredit. Sistem kangsuran atau cicilan ini dapat meringankan penggunanya dalam hal pembayaran, terutama untuk orang-orang ingin berbelanja tetapi masih belum memiliki uang karena belum gajian atau orang-orang yang berjualan dengan modal minim.

Kartu kredit sebagai alat pembayaran, sedangkan paylater adalah pinjaman untuk membeli barang secara cicilan barang di merchant

Paylater merupakan pinjaman yang ditawarkan oleh penyedia yang memungkinkan pengguna membayar di waktu lain atas barang atau jasa yang dibeli. Dapat juga diartikan dengan aktivitas  menunda pembayaran suatu transaksi pembelian dan dibayar nanti sesuai dengan jadwalnya.
Seperti slogan yang sering kita dengar "Beli Sekarang, Bayar Nanti".

Jenis pinjaman ini banyak ditawarkan sebagai fasilitas pembiayaan dan pembayaran di E-commerce, seperti Traveloka, Akulaku, Lazada, Shopee, Gojek dan Tokopedia. Sistem pembayaran ini dapat meningkatkan jumlah transaksi di marketplace atau platform tersebut.

Paylater lebih mudah digunakan dan bisa digunakan oleh siapa saja. Sedangkan kartu kredit hanya bisa digunakan oleh pengguna yang sudah mengajukan ke pihak bank. 

Kedua layanan ini memiliki fungsi yang hampir sama, tetapi juga memiliki beberapa perbedaan.

Berikut beberapa perbedaan Kartu kredit dan Paylater:

1. Tenor Cicilan

Tenor cicilan yang ditawarkan kartu kredit lebih lama dari pada paylater dan bisa mencapai 24 - 36 bulan.

Sedangkan paylater lama cicilannya mulai dari 1 – 12 bulan sama seperti pinjaman online.  Lama cicilan ditentukan di awal saat akan menggunakan paylater.

2. Proses Pengajuan

Pengajuan kartu kredit  membutuhkan waktu 1-2 minggu.

Paylater proses pengajuannya jauh lebih cepat, hanya membutuhkan waktu 24 jam dan paling lama 2 hari. Ada juga paylater yang memberikan penolakan atau persetujuan dalam waktu 5 menit.

Kartu kredit menggunakan cara manual, sedangkan proses evaluasi paylater mengandalkan teknologi sehingga prosesnya lebih cepat. Cara pengecekan yang berbeda inilah yang mempengaruhi lamanya proses pengajuan.

3. Persyaratan Pendaftaran

Persyaratan dokumen pengajuan kartu kredit berupa KTP, KK, NPWP, ada minimal usia, minimum pendapatan, slip gaji dan berkas pendukung lainnya. Persyaratan yang sulit dipenuhi biasanya adalah dokumen kartu kredit bank lain.

Persyaratan paylater lebih mudah dipenuhi karena hanya memerlukan dokumen E-KTP dan foto selfie.

4. Penyedia Pinjaman

Katu kredit disediakan oleh bank seperti BCA, BNI, Mandiri. 

Paylater umumnya disediakan oleh institusi non bank atau E-commerce yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi finansial seperti Shopee yang bekerja sama dengan PT Lentera Dana Nusantara. 

5. Bunga

Suku bunga kartu kredit berkisar antara 2-3% tiap bulan. Bunganya lebih murah dibandingkan paylater karena sudah diatur dan ditetapkan oleh BI melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI). 

Suku bunga paylater biasanya lebih besar dari kartu kredit dan ditentukan oleh masing-masing penyedia layanan. Meski lebih besar, suku bunga yang diberikan harus tetap masuk akal, karena sudah ada peraturan dan himbauan batas maksimal yang telah ditentukan dari OJK dan AFPI.

6. Limit Kredit

Setiap pengguna memiliki limit kredit yang berbeda-beda.

Bank bisa kapan saja merubah limit transaksi  kartu kredit untuk tiap transaksi dan akan memberitahukan perubahan limitnya sebelum diberlakukan.

Limit paylater bisa langsung digunakan untuk membeli barang secara cicilan di E-commerce.

Pembayaran tagihan akan menaikkan kembali limit transaksi kartu kredit. Semakin besar pembayaran, semakin besar limit yang bisa digunakan kembali, dan sebaliknya.

Limit awal paylater jauh lebih sedikit dibandingkan kartu kredit, tetapi limit ini akan naik secara bertahap jika pengguna memiliki riwayat transaksi yang baik dan disiplin dalam membayar tagihan.

7. BI Checking atau SLIK OJK

Pengguna kartu kredit harus lolos BI checking atau SLIK OJK. Pihak bank akan mengecek riwayat kredit dan melihat cash flow calon nasabah di OJK.

Sedangkan paylater tidak, karena  penyedia layanan memiliki kriteria tersendiri untuk menetukan layak tidaknya calon pengguna untuk menerima fasilitas ini.

Paylater bisa memiliki dua kemungkinan dalam hal SLIK OJK:

• Mengecek, tapi tidak menjadi landasan keputusan kredit. BI checking yang buruk masih bisa disetujui oleh paylater.
• Mengabaikan, karena menggunakan indikator analisa kredit yang lain.
Meskipun demikian bukan berarti paylater tidak berhati-hati, karena penyedia layanan memiliki kriteria dan metode scoring tersendiri dan sudah mengandalkan teknologi dalam menganalisa kredit. 

Database SLIK OJK berisi riwayat kredit sampai lima tahun terakhir, performa pembayaran dan status terakhir peminjam. Data ini digunakan untuk mengecek karakter peminjam (patuh atau tidaknya membayar kewajibannya).

Pengajuan kartu kredit akan diproses setelah penyedia melakukan pengecekan di BI checking.

8. Harus Memiliki Kartu Kredit Bank Lain

Pengajuan kartu kredit membutuhkan kartu kredit lain, untuk memastikan bahwa peminjam memiliki catatan kredit yang bagus. Dokumen kartu kredit bank lain ini bisa menjadi bahan evaluasi dalam mengajukan pinjaman. Pengajuan akan sulit jika belum memiliki kartu kredit bank lain sebelumnya.

Paylater tidak memerlukan ini atau tidak mewajibkan punya jartu kredit bank lain.

9. Ruang Lingkup

Kartu kredit bisa digunakanuntuk transaksi di berbagai platform. Bisa digunakan untuk berbelanja, biaya perjalanan, tarik tunai dll.

Paylater hanya bisa digunakan untuk platform tertentu atau platform yang memberikan pinjaman. 

10. Biaya

Kartu kredit memiliki biaya tahunan yang harus dibayar dan nominalnya beragam tergantung dari Bank yang menyediakan katu kredit.

Paylater tidak ada biaya tahunan.


Kartu kredit juga menawarkan fasilitas yang tidak ada di Paylater, seperti promo cash back, promo cicilan 0%, airport lounge, asuransi gratis, point reward. Tapi bukan berarti paylater lebih buruk. Karena tujuan paylater memang untuk memberikan pinjaman secara cicilan. Paylater juga tergolong aman karena beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gunakan fasilitas ini dengan bijak, agar tidak menyebabkan pemborosan untuk hal-hal yang tidak perlu dan pastikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan pribadi.

0 Komentar