Trend Pola Diet Vegetarian dan Jenis - Jenisnya

 

Mutiia.com

Pola diet vegetarian menjadi trend diet yang banyak diikuti beberapa tahun belakangan ini. Umumnya orang mengartikan vegetarian sebagai pola makan dan gaya hidup yang tidak bersentuhan dengan produk hewani sama sekali, padahal jenis vegetarian itu bervariasi, tidak hanya makan sayur saja dan menghindari semua jenis produk hewani. 

Ada juga yang mengkonsumsi beberapa produk hewan tertentu dan ada juga yang benar-benar hanya makan sayuran atau makanan apapun yang masih dikategorikan sebagai vegetarian.

Orang-orang beralasan tidak mengkonsumsi produk hewani karena merasa peduli dan kasihan kepada hewan yang di sembelih, ingin hidup lebih sehat, masalah lingkungan hingga hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Sebelum menjalankan diet ini, yuk kenali beberapa jenis vegetarian. 

Berikut jenis vegetarian berdasarkan tingkat komitmen mereka terhadap pantangan makanan:

1. Vegan

Vegan merupakan jenis vegetarian yang paling ketat, karena sama sekali tidak mengkonsumsi produk hewani dan produk olahan turunannya seperti produk susu, madu, gelatin atau albumin. Bahkan pelaku vegan juga tidak menggunakan produk dari kulit hewan seperti  tas, pakaian berbahan wol dan sutra, produk kosmetik dan barang apapun yang melibatkan hewan dalam prosesnya atau produk yang diuji pada hewan, jadi benar-benar hanya mengkonsumsi makanan nabati saja.

2. Lacto Vegetarian

Jenis vegetarian ini tidak mengkonsumsi daging, ikan, unggas dan telur, tapi masih mengkonsumsi susu dan produk olahannya seperti yogurt dan susu.

3. Ovo Vegetarian

Seorang ovo vegetarian tidak mengkonsumsi produk-produk hewani termasuk susu dan turunannya seperti eskrim yang mengandung susu, butter, keju dan yogurt, tetapi masih mengkonsumsi telur dan produk olahannya seperti mie, roti, cake dsb.

4. Lacto-ovo Vegetarian

Jenis vegetarian ini gabungan dari kedua jenis vegetarian sebelumnya yaitu tidak mengkonsumi semua daging baik sapi, ikan, ayam dan babi, tapi mengkonsumsi susu, telur dan produk olahannya termasuk mentega, keju, es krim, yogurt

5. Pollotarian

Pollo dalam bahasa Spanyol artinya ayam. Pollotarian ini tidak mengkonsumsi daging, ikan, telur dan produk susu, tetapi mengkonsumsi berbagai jenis unggas seperti ayam, kalkun dan bebek. Beberapa orang menganggap pollotarian ini merupakan langkah awal menjadi vegan.

6. Pescatarian/Pesca Vegetarian

Pesca dalam bahasa Italia artinya ikan. Pescatarian ini tidak mengkonsumsi daging dan unggas, tetapi mengkonsumsi ikan seperti salmon, tuna, bandeng, tetapi terkadang menambahkan telur dan produk susu di dalam menunya.

7. Flexitarian

Seorang flexitarian memiliki pola makan yang fleksibel atau longgar. Menjadikan makanan nabati sebagai menu utama tetapi sesekali masih menambahkan daging dan produk hewani lainnya dalam jumlah kecil ke dalam menunya. Flexitarian ini terkadang tidak dianggap sebagai vegetarian.


Diet vegetarian memiliki banyak manfaat seperti mengurangi risiko penyakit jantung, kanker,  penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, dsb. 

Selain memiliki banyak manfaat diet ini juga memiliki risiko seperti kekurangan vitamin B12 yang bisa memicu berbagai penyakit seperti anemia dan akan mengganggu proses pertumbuhan pada anak.

Untuk mengurangi terjadinya resiko tersebut, kamu bisa mengurangi konkumsi karbohidrat dan gula yang berasal dari makanan olahan, konsumsi sayur dan buah dalam jumlah besar, mengkonsumsi vitamin yang mengandung vitamin B12 atau mengandung zinc, konsumsi suplemen DHA dan jika terjadi sesuatu segera konsultasikan dengan dokter.


0 Komentar